Kemagnetan

Menempelnya sekrup atau baut pada besi pada obeng merupakan salah satu gejala kemagnetan. Menyimpangnya jarum kompas sehingga selalu menunjuk arah utara dan selatan  bumi juga merupakan gejala kemagnetan. Dalam contoh pertama di atas, obeng yang bersifat magnet menarik baut yang terbuat dari logam. Hal ini merupakan keadaan dimana sebuah benda magnet menarik benda lain yang bukan magnet. Tetapi dalam kasus kedua, terjadi tarik- menarik antara dua magnet, magnet pertama adalah magnet pada kompas dan magnet yang kedua adalah bumi. Bumi merupakan magnet yang sangat besar.

Setiap magnet selalu memiliki  dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S) magnet tersebut. Andaikan sebuah mahnet batang patah menjadi dua, kedua bagian magnet tersebut akan tetap memiliki dua kutub yang saling berlawanan, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Jadi tidak ada magnet yang hanya memiliki satu kutub saja.

Jika terjadi interaksi antara dua magnet, maka berlaku ketentuan berikut:

Kutub- kutub sejenis akan tolak menolak dan kutub- kutub tidak sejanis akan tarik- menarik.

Semakin dekat suatu benda dari magnet, maka semakin kuat megnet menariknya. Sebaliknya semakin jauh dari magnet, maka semakin lemah magnet menariknya. Pemikian adanya kenyataan bahwa sebuah magnet mampu memberikan pengaruh pada benda- benda di sekitarnya akan membawa tentang konsep medan. Daerah di sekitar magnet yang masih mendapat pengaruh oleh megnet disebut medan magnet.

Seperti diketahui, bumi berperilaku sebagai magnet besar dimana kutub utara geografis bumi berada di dekat kutub selatan magnet bumi. Sedangkan kutub selatan geografis bumi berada fi dekat kutub utara magnet bumi. Hal ini menyebabkan kutub utara jarum kompas menunjuk ke utara (ditarik oleh kutub selatan magnet bumi).

Sumbu magnet bumi tidak persis sejajar dengan sumbu rotasi bumi sehingga pembacaan kompas agak menyimpang dari arah utara geografis. Penyimpangan ini berubah- ubah dari satu tempat ke tempat yang lain dan dinamakan deklinasi magnetic atau inklinasi magnetic.

Categories: Fisika, Home | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: