Teori Tentang Terbentuknya Tata Surya

Tata surya tidak terjadi begitu saja, tetapi adanenerap teori yang mendukung terbentuknya tata surya, diantaranya:

  • TEORI PROTO PLANET (TEORI KONDENSASI)

Seorang astronom Jerman bernama Carl von Weizkaeker (1940) mengemukakan teori Proto Planet. Kemudian disempurnakan Gerard P. Kuiper (1950) dan Subrahmanyan Chandrasekar (1959). Teori ini menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari proses pemampatan gumpalan awan gas dan debu. Menurut mereka peristiwa ini terjadi lebih dari 5 miliar tahun yang lalu. Pada proses pemampatan ini partikel- partikel debu tertarik ke bagian pusat awan, kemudian membentuk gumpalan bola yang dapat berputar. Dalam selang waktu juataan tahun gumpalan gasa memipih menyerupai cakram, yakni tebal di bagian tengah dan lebih tipis di bagian tepinya.

Partikel- pertikel di bagian tengah cakram mempunyai tekanan yang berlebih sehingga menimbulkan panas dan berpijar, yang pada akhirnya menjadi Matahari. Sedangka bagian- bagian yang paling luar berputar sangat cepat, sehingga terpecah- pecah menjadi gumpalan gas dan debu yang lebih kecil yang kemudian membeku dan menjadi planet- planet dan benda- benda langit lainnya. Teori Proto Planet merupakan teori yang paling popular saat ini karena dianggap sebagai teori yang tepat melukiskan asal usul tata surya.

  • TEORI PLANETESIMAL

Seorang ahli geologi bernama Thomas C. Chaberlin bersama temannya seorang astronom Forest R. Moulten keduanya ilmuwan Amerika mencetuskan teori yang dikenal dengan teori Planetesimal artinya planet terbentuk dari benda padat atau unsure- unsure kecil yang telah ada sebelumnya.

Menurut teori ini, Matahari yang ada sekarang sudah ada sebelumnya, kemudian ada sebuah bintang melintas pada jarak yang tidak terlalu jauh dari Matahari. Akibatnya terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang itu. Sehingga sebagian dari massa yang tertarik jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lagi terhambut ke ruang angkasa di sekitar Matahari menjadi planet- planet dan benda langit lainnya.

  • TEORI PASANG SURUT

Sir James Jeans ahli fisika terkenal Inggris dan Harold Jeffreys mengemukakan teori pasang surut. Bahwa setelah bintang yang mendekat berlalu, massa matahari yang lepas membentuk benda yang menyerupai cerutu yang terbentang kearah bintang. Karena bintang bergerak menjauh, maka cerutu terputur- putus dan membenruk gumpalan gas di sekitar matahari. Gumpalan- gumpalan gas kemudian membeku dan terbentuk planet- planet. Teori ini dapat menjawab mengapa [lanet- planet di bagian tengah, seperti: Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus ukurannya besar, sedangkan pada bagian ujung seperti: Merkurius, Venus, dan Pluto ukurannya lebih kecil.

  • TEORI NEBULA (TEORI KABUT)

Menurut seorang filusuf Jerman bernama Immanuel Kant, asal mula terbentuknya tata surya sebagai berikut. Di jagat raya terdapat gumpalan kabut yang berputar perlahan- lahan sehingga lama kelamaan bagian tengah berubah menjadi gumpalan gas yang membentuk Matahari serta bagian di sekelilingnya berubah menjadi planet, satelit, dan benda planet lainnya.

Menurut Pierre Simon de Laplace seorang ahli matematika berkebangsaan Prancis, tata surya berasal dari kabut panas berputar sehingga bentuknya menjadi bulat seperti bola besar. Akibat putaran tersebut, bola memepat di kutub dan melebar di ekuatornya. Kemudian sebagian massa gas pada ekuator menjauh dari gumpalan intinya membentuk ciccin- cincin yang melingkari intinya. Dalam waktu yang lama, cincin- cincin berubah menjadi gumpalan padat. Gumpalan kecil- kecil ini yang membentuk planet- planet dengan satelit dan benda langit lainnya.

Persamaan kedua teori ini terletak pada bahan asal pembentuk tata surya, yakni teori kabut (Nebula), sehingga teori ini disebut teori Kabut atau teori Nebula atau lebih dikenal dengan teori Kant dan Laplace.

  • TEORI BINTANG KEMBAR

Menurut teori ini, pada awalnyaada dua bintang kembar kemudian satu bintang meledak menjadi serpihan- serpihan kecil. Akibat medan gravitasi bintang yang tidak meledak, serpihan- serpihan itu berputar mengelilinginya. Kemudian serpihan menjadi planet- planet, satelit- satelit, dan benda- benda langit kecil lainnya, sedangkan bintaang yang  utuh adalah Matahari.

Categories: Fisika, Home | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: